28 September 2010

TNI-AL Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia


[ Selasa, 28 September 2010 ]
TNI-AL Tangkap Kapal Ikan Berbendera Malaysia
NUNUKAN - Satgas Marinir Pangkalan TNI-AL (Lanal) Nunukan yang bertugas di wilayah perbatasan Sebatik, Kalimantan Timur, kembali mengamankan satu unit kapal ikan berbendera Malaysia. Kapal motor itu telah melanggar batas wilayah Indonesia.

Menurut Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Rachmad Jayadi, kapal bernama Arasia tersebut berkekuatan 5 GT dengan mesin 25 PK. Kapal tersebut diamankan oleh satgas saat memasuki wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Desa Bambangan, Sebatik, Minggu (26/9) sekitar pukul 06.15 Wita. Hanya, petugas tidak menemukan barang bukti ikan tangkapan kapal itu.

Rachmad menjelaskan, kapal tersebut membawa tiga anak buah kapal (ABK). Mereka bernama Ibnu Saleh, Nadlin, dan Aslan. Mereka adalah penduduk Malaysia. Mereka diamankan di Mako Lanal Nunukan dan kasus itu dilaporkan hingga pusat.

Berdasar pemeriksaan, nakhoda kapal Ibnu Saleh mengatakan bahwa Arasia tidak menangkap ikan. Mereka mengaku saat itu mencari rekannya, Najin, yang menaiki kapal lain dalam kondisi rusak.

"Kondisi cuaca di perairan Karang Unarang (wilayah Malaysia, Red) kini kacau. Angin kencang, ada hujan, dan ombak besar. Kawan saya, kapalnya rusak. Karena itu, kami mencarinya dan akhirnya nyasar ke Indonesia," kata Ibnu Saleh kepada Radar Tarakan



Danlanal memaparkan, Ibnu Saleh dkk bertanya kepada warga Bambangan mengenai posisi kapal mereka. Warga memberitahukan bahwa kapal tersebut berada di wilayah Sebatik, Indonesia.

Selain penangkapan kapal Arasia, sepanjang Agustus hingga September ini, KRI Sultan Hasanuddin-366 mengamankan enam kapal ikan Malaysia. Empat kapal di antaranya ditangkap di perairan laut Karang Unarang yang masuk wilayah ZEEI (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) pada akhir Agustus lalu. Lalu, pada 14 September lalu KRI Hasanuddin-366 menangkap dua kapal ikan Malaysia di sekitar perairan yang sama.

KRI mengetahui bahwa kapal-kapal itu berada di wilayah laut Indonesia. Saat didekati, kapal tersebut memindahkan muatan berupa ikan tangkapan ke kapal penampung berbendera Malaysia. Selain ditemukan ikan curian, kapal-kapal tersebut tidak memiliki surat izin penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia

Maraton Asterix dan Obelix



Maraton Asterix dan Obelix
Dua tokoh komik terkenal menyembul di sela-sela peserta maraton tahunan di Berlin, Jerman, Minggu waktu setempat (26/9). Asterix dan Obelix, tokoh itu, berbaur bersama lebih dari 10 ribu atlet, pemakai sepatu roda, hingga pengguna sepeda yang dikayuh tangan untuk orang cacat. Asterix, yang prajurit Galia itu, memakai busana khasnya, lengkap dengan pedang pendek dan helm bersayapnya. Sedangkan Obelix si gendut membawa menhir supergede di punggungnya.




Tak dijelaskan apakah pasangan tersebut memenangi lomba. Sebab, dalam komik, mereka memang memiliki ramuan ajaib yang membuat keduanya punya kekuatan super. Karena kekuatan itu pula, prajurit Romawi dibuat babak belur dan lari terbirit-birit oleh mereka. (

14 September 2010

Zombie Pengantin Cantik



Zombie Pengantin Cantik
Seseram apa pun, penampilan zombie perempuan barangkali masih lebih menarik. Itulah yang terlihat di Kota Strasbourg, timur Prancis, Sabtu lalu (11/9). Sejumlah mayat hidup berkeliaran di jalan. Seorang di antaranya perempuan. Darah berlepotan di wajahnya dan mengotori busananya. Tetapi, wajah zombie tersebut masih terlihat cantik. Dandanan ala pengantin membuat zombie tersebut tidak terlalu menyeramkan.


Suster ngesot lebih menakutkan. Mayat-mayat hidup itu sengaja meramaikan acara Zombie Walk dalam rangka pembukaan Festival Film Fantastis Eropa pada 14-19 September nanti.

Mobil Masuk Jurang di Wonosobp, Dua Tewas


[ Senin, 13 September 2010 ]
Mobil Masuk Jurang di Wonosobo, Dua Tewas
WONOSOBO - Sebuah mobil bernopol AA 8746 BB terbang sejauh 20 meter dan mendarat di jurang sedalam 15 meter di Sungai Gajian, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Wonosobo, kemarin (12/9). Dua korban tewas dalam insiden tersebut. Seorang lagi dirawat di RSI Wonosobo karena terluka parah.

Korban tewas dikenali sebagai Andriyanto, 11, dan Mosita Dyah, 48, anak dan ibu. Korban luka parah adalah Ign Iryanto, 48, ayah dan suami korban. Ketiganya warga Dusun Maliyan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang.

Insiden itu berawal saat mobil Zebra yang mereka naiki melaju dari arah Parakan menuju Wonosobo. Saat melaju di turunan Reco, Iryanto diduga dikejutkan oleh motor di depannya. Untuk menghindari tabrakan, dia membanting setir ke kanan untuk mendahului motor tersebut.

Setelah menyalip motor, Iryanto kaget lagi karena mobil di depan motor tersebut hendak menyalip bus di depannya. Dia pun spontan membanting setir ke kiri. Nahas, mobilnya menghantam tembok pembatas jalan lalu "terbang" sejauh 20 meter, jatuh di jurang sedalam 15 meter, melintasi Sungai Gajian. "Mungkin remnya blong. Sebab, mobil itu sepertinya tak bisa dikendalikan," ujar Supriyanto, 34, saksi mata.

Bodi mobil itu remuk. Tiga penumpangnya segera dilarikan ke RSI Wonosobo. Menurut Andi Prabowo, paramedik RSI Wonosobo, Andriyanto dan Mosita tewas karena benturan keras di kepala. Iryanto juga terluka di kepala. "Kondisinya kritis," lanjutnya.

Kapolres Wonosobo AKBP Yavied Duma Parembang melalui Kasatlantas AKP Darmono menuturkan, berdasar keterangan saksi mata, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat rem blong. "Tapi, kami masih menyelidiki kondisi mobil tersebut," katanya. (zah/jpnn/c2/soe)