20 Februari 2009

MOTO GP pangkas latihan


[ Jum'at, 20 Februari 2009 ]
MotoGP Pangkas Latihan
Namun, Belum Yakin Peserta Akan Bertambah

LONDON - Seri balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, akhirnya mengetok palu untuk memangkas ongkos partisipasi. Rabu lalu (kemarin dini hari WIB) Grand Prix Commission menyetujui sejumlah proposal yang telah diajukan para produsen peserta dan federasi balap motor dunia.

Perubahan itu berlaku mulai lomba pertama MotoGP 2009 di Losail, Qatar, 12 April mendatang.

Keputusan pertama yang disepakati adalah berkurangnya masa latihan selama akhir pekan lomba. Sesi latihan Jumat pagi dihapuskan, bukan hanya untuk MotoGP, namun juga untuk kelas 125 cc dan 250 cc.

Pada Jumat itu, hanya akan ada satu sesi latihan, plus sesi latihan ekstra Sabtu pagi sebelum kualifikasi. Semua sesi yang tersisa itu, termasuk kualifikasi, juga dipangkas panjangnya. Bila sebelumnya 60 menit, kini hanya 45 menit.

Masa uji coba juga dipangkas. Biasanya, tim-tim MotoGP menyempatkan diri testing selama tiga hari setelah lomba (Senin hingga Rabu). Kini uji coba itu hanya boleh dilakukan dua kali, setelah GP Catalunya di Barcelona dan GP Republik Ceko di Brno. Itu pun hanya boleh dua hari dan menggunakan test rider. Pembalap utama tidak boleh turun.

Beberapa aturan teknis juga diubah. Berbagai sistem elektronik, mulai launch control hingga pengatur suspensi, kini tak boleh lagi digunakan. Begitu pula dengan sistem rem eksotis (ceramic composite brake).

Lantas, untuk delapan lomba terakhir (dimulai dengan balapan di Brno), setiap pembalap hanya boleh menggunakan total lima mesin.

Segala perubahan itu ditujukan untuk menekan ongkos partisipasi 2009. Langkah lebih besar masih akan diupayakan untuk 2010 dan selanjutnya. Semua peserta akan bertemu untuk membahas masalah itu dalam sesi uji coba berikutnya, 1-3 Maret mendatang, di Qatar.

Dalam rapat itu, akan dibahas juga upaya untuk menarik lebih bayak peserta. Saat ini, setelah mundurnya Kawasaki, hanya ada 17 motor yang turun di kelas tertinggi. Angka yang sangat kecil.

Carmelo Ezpeleta, bos Dorna selaku promotor, menginginkan adanya pembatasan satu motor untuk satu pembalap selama satu musim. Dengan demikian, motor-motor cadangan yang tersisa bisa disediakan untuk pembalap lain, menambah jumlah motor yang berlaga di lintasan. Menurut Ezpeleta, tanpa langkah itu, dirinya tidak yakin bahwa jumlah peserta bakal bertambah.

Namun, keinginan tersebut disambut dingin beberapa produsen. Yamaha, Suzuki, dan Honda mau mengurangi jumlah motor itu. Sebab, itu bisa membantu memangkas ongkos. Tapi, mereka tak mau menyediakan motor yang tersisa untuk pembalap tambahan. Kalau itu dilakukan, kata mereka, itu justru kembali menambah ongkos.

''Saya hanya ingin punya empat pembalap, tidak lebih,'' tandas Masao Furusawa, bos Yamaha, seperti dilansir Motorcycle News. (aza)


Tidak ada komentar: