02 Februari 2009

formula 1


Tim-Tim Formula 1 Terimpit Waktu Jelang Musim 2009
Persiapan Terancam Pas-pasan

Musim Formula 1 2009 dimulai tidak sampai dua bulan lagi. Tim-tim peserta pun harus bekerja keras mempersiapkan diri. Selain terimpit waktu, mereka terganjal cuaca.

Ulasan Azrul Ananda

---

Kalender sudah menunjukkan bulan Februari. Musim balap Formula 1 2009 dimulai akhir Maret nanti di Australia. Dari sembilan tim Formula 1 yang ada (sambil menunggu nasib Honda), baru enam meluncurkan mobil terbarunya.

Ferrari, McLaren-Mercedes, BMW-Sauber, Toyota, Williams-Toyota, dan Renault. Red Bull baru memperkenalkan mobilnya pada 9 Februari nanti. Toro Rosso beberapa hari kemudian. Force India mungkin awal Maret. Sedangkan para personel Honda sampai sekarang hanya bisa berdoa.

Namun, meski sudah meluncurkan mobil baru, belum satu pun dari enam tim itu yang mampu menjalani uji coba ideal. Pertama, mereka masih harus membiasakan diri dengan perubahan regulasi drastis. Desain mobil 2009 berbeda secara ekstrem dengan 2008. Dan, untuk kali pertama sejak 1997, mereka harus memakai lagi ban slick polos.

Parahnya, cuaca di Eropa terus memberi cobaan. Ferrari harus memindahkan uji coba pertama F60 dari Fiorano ke Mugello. Latihan di Valencia, Spanyol, dan Algarve, Portugal, dihajar cuaca dingin dan hujan. Padahal, tim-tim peserta butuh banyak latihan di lintasan kering untuk menemukan setelan ideal berdasarkan regulasi baru.

Saat ini para engineer F1 memang sedang pusing-pusingnya. Sebab, mobil mereka benar-benar harus mantap sebelum musim dimulai. Penggemar berat F1 mungkin sudah tahu, kalau ada aturan baru yang melarang uji coba sama sekali begitu musim balap dimulai. Itu adalah salah satu aturan baru yang diterapkan untuk menekan biaya partisipasi.

Singkat kata, kalau setelan dan konfigurasi mobil meleset di seri pertama, sangat mungkin mobil itu akan terus terpeleset hingga akhir musim.

Siapa yang terlihat paling mantap sejauh ini? Sekali lagi, belum ada uji coba yang bisa dijadikan patokan. Keenam mobil baru juga belum turun bersama di satu lintasan. Kalaupun turun bareng, mereka sama-sama mengklim belum mengejar catatan waktu.

Kalau kesan dan komentar yang dijadikan acuan, Ferrari dan McLaren masih terkesan solid. BMW-Sauber, yang paling berambisi menggeser kedua tim teratas itu, belum menunjukkan taring.

Senyum terlebar, untuk sementara, ada di kubu Williams-Toyota. Di Algarve pada pekan ketiga Januari lalu, mobil FW31 mampu melaju lebih baik daripada McLaren, Toyota, dan Renault.

Meski demikian, Williams tak mau berkoar. "Masih terlalu dini untuk menilai kekuatan. Akan terjadi banyak perubahan antara sekarang hingga lomba pertama nanti, karena semua peserta terus mengutak-atik setelan dan membiasakan diri dengan ban slick," kata Sam Michael, direktur teknik Williams.

Michael mengaku beruntung sempat menjajal regulasi baru itu di penghujung 2008 lalu, menggunakan mobil lama yang dipasangi sayap baru dan ban polos. Tahun lalu, memang hanya Williams dan BMW yang sempat melakukan itu. Percobaan itu disebut sempat memberi "pencerahan" tentang arah pengembangan dan bagaimana cara menyetel mobil.

Namun, sekali lagi, Michael yakin situasi bisa berubah. "Tidak butuh waktu lama bagi tim lain untuk mengejar ketinggalan," tandasnya.

Di sisi lain, wajah-wajah paling merengut sekarang terlihat di kubu Renault. Performa awal mobil R29 termasuk paling mengecewakan. Kabarnya, mobil itu punya problem aerodinamika.

Untuk sementara ini, Renault masih mencoba berpikir positif. "Yang penting tidak ada masalah teknis. Waktu masih belum penting," kata Fernando Alonso, bintang Renault, setelah berlatih di Portugal.

Pat Symonds, petinggi teknis Renault, menyebut pihaknya masih bisa menemukan solusi sebelum musim balap dimulai. "Kami bisa lebih baik, membuat mobil lebih mudah dikendarai. Saya pikir, dua sesi uji coba terakhir akan menjadi indikator terbaik," ucapnya.

Uji coba lanjutan itu dijadwalkan berlangsung dalam seminggu ke depan di Jerez, Spanyol. Sejumlah tim akan turun bersama. Debut Red Bull yang baru juga dijadwalkan berlangsung di sana.

Hanya, dari Jerez kita tetap belum akan bisa melihat perbandingan kekuatan secara utuh. Sebab, BMW-Sauber memutuskan meninggalkan Eropa, mencari cuaca cerah di luar daratan tersebut.

Mereka tidak sendirian. Bersama Ferrari dan Toyota, BMW-Sauber akan menjalani latihan di Bahrain mulai 10 Februari nanti.

"Paling tidak, di Bahrain kami bisa mendapatkan cuaca lebih baik dan bisa keliling lebih banyak. Itu yang kami butuhkan untuk mengembangkan mobil baru ini," ujar Timo Glock, pembalap Toyota. (*)

Tidak ada komentar: