
Petenis Spanyol Rafael Nadal Raih Gelar Pertama Hardcour
Di final tadi malam Nadal menundukkan lawan klasiknya, Roger Federer, dengan skor 7-5, 3-6, 7-6 (3), 3-6, 6-2. Nadal pun dinobatkan menjadi petenis Spanyol pertama yang mampu meraih gelar pada turnamen yang digelar di Rod laver Arena, Melbourne Park itu.
Kemenangan itu sekaligus memupus harapan Federer untuk segera menyamai rekor 14 gelar grand slam yang dimiliki petenis AS Pete Sampras. Federer yang bercucuran air mata setelah kalah, sangat terpukul dengan lepasnya kesempatan memecahkan rekor itu. "Tuhan, ini membunuh saya,'' ungkap Federer sambil berterisak saat sambutan seusai penyerahan trofi. Karena tak kuasa menghentikan tangis, Federer tak meneruskan sambutannya.
Nadal yang tampil setelahnya, berusaha membesarkan hati Federer. ''Saya minta maaf untuk hari ini. Saya tahu bagaimana perasaanmu sekarang, pasti sangat sedih karena gagal meraih gelar ke-14 grand slam. Tapi ingat, Anda adalah juara sejati dan salah satu yang terbaik di dalam sejarah sehingga masih punya kesempatan untuk menyamai rekor Sampras," ungkap Nadal sambil memandangi rival bebuyutannya itu.
Motivasi Nadal itu membuat Federer tampak semakin sedih. Namun, petenis Swiss itu tetap mengumbar senyum di bibirnya meskipun terasa kecut. Setelah itu, Federer memberanikan diri untuk tampil lagi di atas podium. Kali ini dia tampak lebih rileks dan dengan lantang memberikan pujian kepada Nadal, orang yang selalu menjegalnya dalam tiga final terakhir di grand slam (Perancis Terbuka dan Wimbledon 2008 serta Australia Terbuka). "Rafa (sapaan Nadal) selamat, Anda tampil luar biasa, pantas mendapatkannya. (Anda) memainkan final fantastis,'' ujar Federer disambut tepukan tangan panjang penonton.
Meski dua hari sebelumnya bermain dalam laga terlama Australia Terbuka (5 jam dan 14 menit) melawan Fernando Verdasco, Nadal tetap menunjukkan keunggulan fisik di final tadi malam.
Federer lebih banyak melakukan ace, yaitu 11 berbanding empat. Tapi, dia juga mencatatkan jumlah yang lebih banyak untuk kesalahan. Federer menciptakan enam double fault dibanding empat dari Nadal, serta 64 kesalahan sendiri (unforced error) dibanding 41 dari Nadal.
Federer memang harus mengakui keperkasaan Nadal yang bermain tak pernah mengenal lelah. Seperti banteng, petenis Spanyol tersebut selalu mengejar ke mana pun arah bola pukulan Federer yang akhirnya tampak frustrasi dalam pertandingan itu.
Jadi, tak salah jika Federer harus mengeluarkan kata-kata pujian setinggi langit untuk pemain nomor satu dunia tersebut. Nadal pun kini menjelma menjadi petenis legendaris Spanyol, karena hanya AS terbuka yang belum berhasil ditaklukkannya. Nadal seakan tinggal menunggu waktu untuk mampu menjuarai seluruh grand slam. Satu-satunya orang yang mampu melakukannya adalah legenda Australia Rod Laver. Kemarin trofi juara diterima Nadal dari Laver. "Sebuah mimpi yang menjadi kenyataan mendapatkan torfi dari Rod Laver. Dua pekan yang luar biasa dalam hidup saya,'' tutur Nadal. (ady/ang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar