14 Februari 2009

SEPATU-SEPATU NBA ALL STARS 2009


[ Sabtu, 14 Februari 2009 ]
Sepatu-Sepatu NBA All-Star 2009 di Phoenix
Bingung Pilihan Dwyane Wade

Akhir pekan NBA All-Star 2009 akhirnya tiba. Berarti, waktunya lagi untuk bicara soal sepatu-sepatu edisi khusus. Sepatu siapa paling keren tahun ini?

---

Jangan salah, ajang NBA All-Star bukanlah ajang serius. Ini murni ajang adu gaya, adu kemampuan di hadapan para penggemar di seluruh dunia. Karena itu, ini adalah kesempatan bagi para sponsor untuk pamer gaya pula. Khususnya sepatu dan apparel.

Seperti biasa, untuk NBA All-Star 2009 akhir pekan ini di Phoenix, para supplier pemain NBA mengeluarkan produk-produk terhebohnya. Adidas sebagai official outfitter NBA menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan teknologi jersey terbarunya.

Jersey yang dipakai di All-Star Game Minggu besok (Senin pagi WIB) memang bukan jersey biasa. Lebih ringan dari baju-baju NBA pada umumnya. Bahan yang dipakai adalah bahan baru, mencapai 31 persen lebih ringan, serta memberi ventilasi lebih baik bagi para pemain.

Malah, saking canggihnya, jersey itu dirancang supaya tidak mudah keluar dari celana. Sebab, sesuai aturan NBA, atasan harus selalu dimasukkan. Dan bukan rahasia lagi, jersey yang gampang keluar dari celana saat ditarik adalah jersey yang merepotkan di lapangan.

Soal warna, Adidas memilih jalur minimalis tahun ini. Merah gradasi oranye untuk tim West (wilayah barat), biru gradasi biru muda untuk tim East. Inspirasinya dari gurun pasir Arizona, negara bagian tempat kota Phoenix berada.

Bila jersey Adidas menuai pujian, tidak demikian dengan sepatu-sepatunya. Adidas bakal menurunkan empat bintangnya di laga utama Minggu besok. Yaitu Tim Duncan (San Antonio Spurs) dan Chauncey Billups (Denver Nuggets) di wilayah barat, Kevin Garnett (Boston Celtics) dan Dwight Howard (Orlando Magic) di wilayah timur.

Duncan, Garnett, dan Howard masuk kategori big man, jadi akan memakai Adidas TS Bounce Commander. Billups sebagai point guard memakai TS Lightning Creator. Pemain West pakai warna emas-merah, pemain East pakai silver-biru gelap. Sayang, desain kedua jenis sepatu itu (lihat gambar) lebih menuai hujatan daripada pujian.

Bila Adidas memilih sepatu-sepatu jreng-metalik, Nike memilih warna merah dan biru lebih minimalis untuk bintang-bintangnya. Bagi Nike, ajang ini merupakan ajang pamer utama. Maklum, kebanyakan pemain All-Star yang terpilih memang memakai Nike.

Total, ada sekitar 12 pemain yang tampil memakai sepatu Nike. Mereka yang di tim West memakai merah maron gradasi putih, mereka yang di tim East memakai biru gelap gradasi putih.

Kobe Bryant masih akan pakai Zoom Kobe IV, LeBron James pakai Zoom LeBron VI. Tapi, yang sepatunya paling mencolok di barisan Nike adalah Amare Stoudemire. Bintang Phoenix Suns itu akan memakai sepatu baru, Nike Foamposite Lite, berwarna merah maron dengan hiasan gambar-gambar khas Indian berwarna emas di bagian samping.

Bicara soal Nike, sepatu yang bakal banyak disorot mungkin bukan yang berlaga di All-Star Game Minggu besok. Mungkin, sepatu itu adalah yang dipakai Kevin Durant dalam Rookie-Sophomore Game (duel pendatang baru versus pemain tahun kedua) yang diselenggarakan Jumat malam atau Sabtu pagi ini WIB.

Tahun ini, Durant (bintang Oklahoma City Thunder) memang punya signature shoe sendiri. Namanya Nike KD1. Dan akhir pekan ini, ada edisi khusus dengan warna merah hati yang memikat.

Sementara itu, dari brand lain, orang akan memperhatikan sepatu Converse apa yang bakal dipakai Dwyane Wade (Miami Heat). Musim ini, dia semestinya memakai Converse Wade 4. Namun, kabarnya dia tak suka dengan sepatu itu, memilih terus memakai Converse Wade edisi pertama saat bertanding.

Jadi, bagi penggemar sepatu, perhatikan kaki Wade akhir pekan ini. Apakah Converse sudah berhasil merayunya untuk mengenakan Wade 4? Atau masih gagal? (azrul ananda)



Tidak ada komentar: